JA.com, Solok Selatan (Sumatera Barat)-- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia, melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, telah memulai pengerjaan preservasi rekontruksi jalan nasional Surian - Batas Jambi sepanjang 99,22 kilometer. Ditargetkan pekerjaan ini selesai selama 442 hari kalender hingga 31 Desember 2019 dengan menelan biaya sebesar Rp162 miliar lebih.

Bupati Solok Selatan, H.Muzni Zakaria mengatakan, dengan telah dilaksanakan pengerjaan jalan Surian hingga Batas Jambi akan berimbas terhadap lancarnya transportasi dan perekonomian masyarakat. Terutama, masyarakat yang berada di kabupaten Sarantau Sasurambi itu.

"Selama ini, yang menjadi kendala utama adalah masalah akses transportasi. Dengan kondisi jalan yang rusak membuat segala bentuk kegiatan terhambat. Terutama, perputaran ekonomi masyarakat," sebutnya.

Menurutnya, untuk kondisi normal Padang Aro - Padang bisa ditempuh dengan waktu tiga hingga empat jam. Namun, dengan kondisi jalan yang rusak hanya bisa ditempuh dengan waktu enam jam. Dengan demikian membuat sejumlah pelaku usaha mengalami kendala dan menghambat aktivitas kegiatan mereka.

"Selain itu, juga akan lebih berdampak lagi terhadap kunjungan wisata ke Solok Selatan. Karena selama ini pengunjung wisata merasa kurang nyaman dengan kondisi jalan sehingga waktu mereka lebih banyak habis di jalan," katanya.

Dengan telah dimulainya pengerjaan jalan ini lanjut Muzni, akan berdampak sendirinya kepada semua aspek. Baik secara perekonomian, kegiatan pariwisata dan aktivitas lainnya.

"Diharapakan pengerjaan jalan ini selesai tepat waktu dan sesuai dengan tekhnis pelaksanaannya. Sehingga, masyarakat bisa menggunakannya dengan baik," tutup Bupati.* (sudir/rls).
 
Top