JA.com, Agam (Sumatera Barat)--Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP-Naker) Kabupaten Agam, mencatat sebanyak 2.673 pencari kerja (Pencaker) pada 2019.

Kepala DPMPTSP-Naker, melalui Kabid Penempatan dan Pengembangan Kesempatan Kerja, Yurnawati di ruangan kerjanya, Senin (13/1) menyebutkan, dari jumlah pencaker tersebut, 1.857 orang diantaranya telah ada penempatan atau mendapatkan pekerjaan sesuai laporan pencaker itu sendiri.

“Sedangkan 816 pencaker belum ada laporan, apakah sudah mendapatkan pekerjaan atau belum,” ujarnya.

Menurutnya, pencaker yang sudah ada penempatan, rata-rata bekerja diberbagai perusahaan, baik di Agam, Sumbar, luar Sumbar bahkan sampai ke Malaysia. Pencaker tahun lalu mulai dari tamatan SD hingga sarjana.

“Dalam hal ini kita menyurati dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan baik di Agam maupun Sumbar dan Pekerja Mitra Indonesia (PMI) di Malaysia, supaya pencaker mudah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan,” sebutnya.

Untuk itu, pihak DPMPTSP-Naker Agam harus mengantongi nama-nama perusahaan di Sumbar, berikut dengan nomor telfon yang dapat dihubungi.

“Ini pola yang kita terapkan untuk membantu pencaker dalam memperoleh informasi lowongan pekerjaan, di samping memfasilitasi administrasi. Semoga dengan ini dapat menekan angka pengangguran di Agam,” jelasnya.

Bahkan DPMPTSP-Naker berkomitmen untuk terus meminimalisir angka pengangguran di daerah itu, sesuai apa yang diharapkan Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri.

Namun Yurnawati menghimbau pencaker yang putus sekolah, agar sebelumnya mengikuti pelatihan yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Basung, untuk membekali diri dengan keterampilan dan keahlian. Sehingga tidak sulit untuk mendapatkan pekerjaan.

“Hal ini sudah menjadi pengalaman setiap tahunnya yang kesulitan mencari informasi lowongan pekerjaan, karena calon pencaker tidak memiliki kemampuan dan keahlian yang bisa diandalkan,” jelasnya.

* Pandu *
 
Top