JA.com, Agam (Sumatera Barat)--Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UKM (Perindagkop UKM) Agam mencatat, harga sejumlah sembako dibeberapa pasar tradisional pada minggu ke-3 Januari ini mengalami harga yang tidak stabil.

Kasi Pembinaan dan Pengembangan Usaha Dinas Perindag, Koperasi dan UKM Kabupaten Agam, Riswandi, Kamis (23/1) kepada AMC di Lubuk Basung, mengatakan, cabai merah keriting dari Rp.40.000/kg turun menjadi Rp.28.000/kg, cabai rawit dari Rp.40.000/kg menjadi Rp.25.000/kg. Sementara itu, untuk bawang merah, awalnya dijual seharga Rp.35.000/kg naik menjadi Rp.40.000/kg. “Namun untuk komoditi lainnya seperti beras, minyak goreng, gula pasir masih terbilang stabil,” ujarnya.

Untuk beras sokan Rp12.500/kg, gula pasir lokal Rp.13.000/kg, minyak goreng Bimoli Rp.14.000/liter, Tepung Terigu jenis Segitiga Viru Rp.10.000/kg, daging sapi Rp.120.000/kg, daging ayam broiler Rp.50.000/kg, susu kental manis bendera Rp.10.000.

Menurut Riswandi, naiknya harga cabai secara drastis di minggu pertama Januari sempat membuat masyarakat resah dan cemas. “Sekarang harganya sudah stabil. Dikarenakan adanya penambahan pasokan cabai dari daerah penghasil, seperti Banuhampu, Baso dan Matur,” terangnya.

* Pandu *
 
Top