"Ekspresi Dharmasraya Tegakkan Citra Berbudaya"
JA.com, Dharmasraya (Sumatera Barat)--Persiapan acara Festival Pamalayu yang dipusatkan di Komplek Candi Padang Roco terus dikebut, mengingat puncak alek gadang dalam rangka merayakan Dharmasraya itu sudah semakin di ambang pintu.

Sebagaimana yang diagendakan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, puncak Festival Pamalayu akan dihelat selama 7 hari 7 malam, terhitung sejak 1-7 Januari 2020. Itulah kenapa, saat ini berbagai persiapan untuk sejumlah agenda yang akan dilaksanakan terus dimatangkan.

Pantauan kru Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya di lokasi pada Senin (30/12/19) sore, memang terlihat para pekerja berjibaku mempersiapkan sejumlah titik untuk berbagai iven yang akan dilaksanakan. Mulai dari panggung utama, lokasi pameran artefak kuno, pameran foto, serta persiapan untuk stand, bazar dan pameran UMKM.

Menurut Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Dharmasraya, Budi Waluyo, memang dalam 7 hari pada 1-7 Januari 2020, puncak Festival Pamalayu akan diisi dengan berbagai kegiatan, antara lain pameran artefak kuno, jalan santai, penampilan kesenian Jawa, Minangkabau, Sunda dan Batak, teater kolosal, seminar PDRI dan ada juga karnaval budaya. "Siang dan malam hari selama tujuh hari tujuh malam ada kegiatan yang layak kita tonton dan kita nikmati keseruannya," ujar Budi.

Oleh karena itu, Budi mengharapkan, agar warga Kabupaten Dharmasraya tidak melewatkan waktunya untuk menikmati tampilan budaya dan tradisi daerahnya. Semua bisa datang ke komplek Candi Padang Roco dan menikmati betapa besar dan indahnya tradisi dan budaya serta kearifan lokal dari kehidupan rakyat Dharmasraya. "Justru itu, akan rugi jika warga Kabupaten Dharmasraya tidak datang ke Padang Roco," tukuknya.

Tidak hanya itu, imbuh Budi, sebagaimana disampaikan Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Festival Pamalayu adalah momentum yang pas untuk menunjukkan bahwasanya masyarakat Dharmasraya adalah masyarakat yang punya budaya luhur, budaya yang mengajarkan bersyukur dan berterima kasih, budaya yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya yang membuat Indonesia bersatu.

"Isu pelarangan Natal hingga tudingan sebagai daerah dengan masyarakat intoleran yang sempat viral belum lama ini, tentu telah melukai warga Kabupaten Dharmasraya yang selama ini dikenal sebagai warga yang suka damai, bisa hidup berdampingan dengan yang berbeda etnis dan agama. Maka melalui Festival Pamalayu inilah kita tunjukkan, bahwa kita adalah masyarakat yang berbudaya, cinta damai, toleran dan saling menghargai. Untuk itu, mari bergandengan tangan, kita sukseskan bersama Festival Pamalayu ini," tandas Budi. ( suhardi)

 
Top