JA. com, Solok Selatan (Sumatera Barat) -Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan (Solsel) Jasman Rizal menyebutkan bahwa guru-guru merupakan garda terdepan dalam upaya pemutus mata rantai covid-19 ditengah-ditengah masyarakat.

Ia mengatakan, guru sebagai tenaga pendidik mempunyai peran penting untuk mengedukasi masyarakat agar tetap patuh menerapkan protokol covid-19 dalam kehidupan sehari-hari. 

Sehubungan dengan telah di undangkannya Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pada 30 September yang lalu, dan telah bisa diterapkan sanksinya bagi pelanggar perda tersebut setelah 7 hari di undangkan, ia mengatakan, tenaga pendidik harus memberikan contoh dan teladan yang baik ditengah masyarakat, terutama dengan selalu memakai masker apabila berada di luar rumah. 

“Kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik harus menjadi contoh pelaksanaan perda AKB ini,” tegasnya saat mengadakan pertemuan dengan kepala sekolah SD, SMP, SMA, dan pengawas pendidikan se Solok Selatan di Aula Kantor Bupati, Selasa (6/10/2020).

Ia menambahkan, untuk memutus penyebaran covid-19, salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan melakukan tes swab kepada seluruh tenaga pendidik. 

Ia juga telah memerintahkan kepala dinas pendidikan berkoordinasi dengan kepala dinas kesehatan bagaimana agar seluruh kepala sekolah dan guru-guru di Solok Selatan harus di tes swab. Hal ini katanya, sangat efektif agar peserta didik tidak terpapar covid-19. 

“Guru-guru jangan ada lagi yang takut di swab, semakin cepat kita tahu kalau kita terpapar atau tidak, itu lebih baik.” sebutnya. 

Kepada guru-guru ia menyampaikan tidak perlu khawatir dengan semakin meningkatnya angka pasien positif covid-19 di Sumatera Barat, justru itu menurutnya sangat baik, dengan banyaknya yang diketahui telah terpapar, maka akan cepat dilakukan isolasi sehingga potensi untuk menularkan ke orang lain semakin sedikit. 

“Sekitar 90 persen sekarang yang positif covid-19 di sumbar adalah orang tanpa gejala, jadi saya mengharapkan guru-guru kita selalu menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol covid-19 di setiap aktivitas,” harapnya.

Di samping itu, ia juga mengingatkan kepada guru-guru agar berhati-hati saat membeli makanan, karena menurut data yang diterimanya sekitar 60% masyarakat terpapar covid-19 melalui makanan. 

* rilis/man *

 
Top