JA.com Payakumbuh (Sumatra Barat)--Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kota Payakumbuh Prima Yanuarita mengatakan, pihaknya berupaya terus melengkapi koleksi buku. Tujuannya, untuk meningkatkan minat baca serta menambah wawasan warga Kota Payakumbuh.

"Sampai dengan akhir 2019 lalu, jumlah buku kita di perpustakaan daerah sebanyak 26.400 eksemplar," katanya, Rabu (04/03) di Payakumbuh.

Dikatakannya, saat ini minat baca masyarakat Kota Payakumbuh perkembangannya ke arah yang lebih baik. Kendati demikian, pihaknya untuk meningkatkan minat baca dan budaya membaca, mengadakan berbagai kegiatan.

Pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memiliki program storytelling (bercerita) yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menjadwalkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengunjungi perpustakaan daerah.

"Kami akan menerima kunjungan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Jadi anak-anak akan dikenalkan dengan perpustakaan. Serta anak-anak diminta membaca buku cerita terlebih dahulu, nantinya baru akan dibacakan sebuah cerita," ujarnya.

Setelah itu, pihaknya juga melaksanakan lomba-lomba dan sosialisasi. Lomba menggambar untuk anak PAUD dan TK, bercerita untuk anak SD, Lomba baca puisi, dan lomba mendongeng untuk guru PAUD.

"Dengan lomba-lomba ini tujuannya untuk meningkatkan minat baca, karena sebelum ikut lomba tentu peserta akan menggali dulu ilmunya," katanya.

Program selanjutnya, yakni pustaka keliling yang menyasar ke sekolah-sekolah dan instansi yang ada di kelurahan.

"Juga ada layanan tambahan, yakni pustaka daerah tetap buka pada Sabtu dan Minggu pukul 10.00 Wib sampai 14.00 Wib. Kita juga membuka pojok baca di Mal Pelayanan Publik," ujarnya.

Terakhir, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga memiliki program layanan perpustakaan keliling untuk masyarakat (lapak umat) yang langsung datang ke lokasi-lokasi keramaian.

"Seperti di Ngalau Indah pada hari Minggu, di sana kan masyarakat ramai untuk berolahraga. Jadi kita buka di sana agar ketika istirahat masyarakat dapat membaca," pungkasnya. (Farhan)
 
Top