Rahman
"Sebuah cita cita, Harapan dan kenyataan"

JA.com, Dharmasraya (Sumatera Barat)--Gotong royong bersama di Komplek Wisata Air Gunung Sari nagari Koto Laweh Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat.

Pemerintahan Nagari Koto Laweh goro bersama di area wisata nagari. Mulai dari Bamus, LPM,TPPKK, Sekretaris,Kaur Kasi,Jorong dan seluruh staf nagari, juga Bumnag Sumber Makmur. Ramai riuh campur aduk, semangat gotong royong hari ini Jum'at lalu, (13/12/) . Acara mulai pukul 08.00-11.30 wib.

Semangat ingin punya wisata Nagari, tampak oleh peserta Gotong royong. Membangun wisata memang tidak mudah, mulai identifikasi alam, budaya dan kuliner. Tahun ini sudah dilakukan inventarisasi potensi yang ada, mulai dari pelatihan kuliner, persiapan adat dengan sanggar seni, swalayan nagari sebagai pusat oleh oleh juga potensi Embung yang sangat menjanjikan, ujar Ketua Bamus Yulfioldi Dt Lelo Rajo Batuah.

Ada warga, yang apresiasi, ada juga yang mencibir tapi semua adalah cambuk dan motivasi bagi kami untuk punya dan memiliki Wisata Nagari. Wali Nagari Koto Laweh Rahman (alumni UIN IB Padang) menyampaikan nama Wisata Air Gunung Sari diambil dari sejarah cikal bakal dusun tahun 1980an. Pondasi Wisata sebagai target pembangunan akan kita tingkatkan progresnya, sesuai rekomendasi TPID kecamatan Koto Besar Oleh  Wirawan Agus.

Pembenahan bertahap sudah mulai dilakukan sesuai arahan konsultan wisata Sumatera Barat, Bapak Wandi (Pegiat Wisata Sumbar asal Payakumbuh). Tahun depan kami akan fokus pembangunan pusat kuliner dan jajanan di komplek wisata Air Gunung Sari ini, ujar Wali ini.

Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada perangkat nagari Koto Laweh dan semua masyarakat atas partisipasi,atensi dan kritik juga saran. Terkadang desain and dessolen (harapan dan kenyataan) belum sesuai dan memuaskan. Namun setidaknya pondasi wisata nagari sebagai basis perekonomian kerakyatan mendatang sudah di mulai dan dilaksanakan.

Tahun 2020 fokus Sarana dan prasarana,mulai dari MCK,Pondok Singgah, Perikanan, Area renang,Bebek Air, Mushala, Pusat Kuliner akan dirampungkan sebelum lebaran Idul Fitri 2020. Pembangunan yang masih banyak ini kiranya perlu kebersamaan, Tuntas Program,Tuntas Masalah dan tuntas anggaran, jika anggaran belum ada kami akan lakukan dengan swadaya masyarakat.

Cerita wisata Desa, belajar dari Ponggok Klaten, Cibodas Lembang,Rowosari Kendal, Bantimurung dan Malino Sulawesi, Harau di Payakumbuh,Kandis di Sawahlunto, Bendosari Pujon diMalang, gajah Mungkur di Jateng, Bali dan lain lain. Potensi nagari Koto Laweh sangat memadai untuk mengikuti wisata wisata desa yang sudah maju dan berkembang. Cita cita ini memang perlu kerja keras, fokus dan dukungan semua pihak.

Kepada kabupaten Dharmasraya, lewat dinas pariwisata kami sudah dibimbing dan harapan kedepan wisata nagari Koto Laweh menjadi salah satu pilihan untuk berlibur dan refreshing warga Dharmasraya sekitarnya. Geliat wisata di Kabupaten Dharmasraya mulai muncul, Bumnag Koto Ranah dengan Embung dan wisatanya, siguntur, Sitiung, Koto Padang, wisata sei Dareh,  Wali Sungai Dareh dan Nagari Alahan Nan Tigo arung jeram nya. Kiranya wisata nagari Koto Laweh bisa di jadikan referensi wisata lokal nagari yang bermanfaat.

Salam Nagari, terus berkarya walau dengan keterbatasan. Semoga kita semua diberi kesehatan dalam segala aktifitas, demikian Rahman Wanag Koto Laweh .(Suhardi)
 
Top