JA.com, Limapuluh Kota (SumatraBarat)--Tak mau tanggung-tanggung dalam mempromosikan produk unggulannya, Kabupaten  Limapuluh Kota memboyong 15 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan 20 produk binaan UP3HP (Unit Pelayanan dan Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian) ke ajang pameran “UMKM Sumbar Malagak”  di Komplek GOR H. Agus Salim, Padang.

Iven pameran dibesut Dinas Koperasi dan UKM Sumbar tersebut berlangsung selama empat hari terhitung mulai tanggal 29 September 2022 sampai dengan 02 Oktober 2022. Sejumlah produk unggulan Limapuluh Kota tampak berjejer menghiasi etalase stand Dinas Pedagkop UKM dan Distanhorbun Limapuluh Kota diantaranya Batik Gambir, tenun Kubang, Songket, Rendang, produk olahan ubi dan jagung serta sejumlah produk olahan pertanian lainnya.

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo pun terlihat antusias memberikan pujian dan dukungan kepada pelaku UMKM dan Kelompok Tani sebagai kekuatan utama stand UMKM dan UP3HP Kabupaten Limapuluh Kota. Itu diperlihatkan dengan kunjungan langsung Bupati Safaruddin ke stand Limapuluh Kota  pada Minggu, (02/10/2022), kemarin.

Bupati Safaruddin turut mengapresiasi kegiatan UMKM Sumbar Malagak karena bisa memulihkan bisnis UMKM dan pertumbuhan ekonomi di Sumbar pasca pandemi Covid-19. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung program Cipta 100.000 pengusaha milenial baru yang digagas Pemprov Sumbar.

"Pemkab Limapuluh Kota terus mengupayakan sinergitas program unggulan dengan Pemprov, salah satunya sektor UMKM," ujar Bupati Safaruddin.

Ia berharap kegiatan UMKM seperti ini konsisten diadakan setiap tahunnya, karena salah satu upaya dalam pemulihan ekonomi masyarakat.

"Kita berharap dengan ikut berpartisipasi pada ajang UMKM Sumbar Malagak 2022, potensi yang dimiliki Limapuluh Kota jadi daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Limapuluh Kota," ucap Bupati Safaruddin.

Gubernur Mahyeldi saat membuka UMKM Sumbar Malagak menyampaikan, sebagai roda penggerak perekonomian Sumbar, UMKM merupakan salah satu sektor andalan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar).

"Sumbar memiliki sekitar 600 ribu UMKM. Dengan jumlah ini, diperkirakan paling kurang sekitar tiga juta masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor UMKM," jelas Gubernur Mahyeldi.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha, Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) Limapuluh Kota, Ayu Mitria Fadri mengatakan, saat ini jumlah UMKM di Kabupaten Limapuluh Kota mencapai 8271 UMKM dalam berbagai sektor usaha baik makanan, pakaian, maupun kerajinan tangan.

"Kami berharap, ajang yang berpotensi dikunjungi 50.000 orang tersebut dapat menjadi ajang promosi bagi UMKM Limapuluh Kota menuju Nasional bahkan Internasional," pungkas Ayu.

Sedangkan Kadis Tanhorbun, Witra Porsepwandi mengatakan UP3HP merupakan salah satu bentuk pengembangan dari usaha kelompok tani yang merupakan suatu bentuk pemberdayaan pelaku usaha dengan tujuan untuk memfasilitasi tumbuhnya industri pengelolaan kecil dan kerajinan rumah tangga petani.

"Semoga pendampingan dan pembinaan UP3HP dalam pengembangan dan pembangunan pertanian dimasa mendatang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Limapuluh Kota," pungkas Witra Porsepwandi. (MG)
 
Top