JA.com, Tanahdatar (Sumatera Barat)--Pembangunan inklusif di Kabupaten Tanah Datar mendapat perhatian dari peserta Indonesia Development Forum (IDF) 2019.

Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi memaparkan best practice pembangunan daerah di Tanah Datar pada acara Indonesia Development Forum (IDF) 2019 bersama Gubernur Jawa Tengah dan Wali Kota Semarang sebagai the winner PPD 2019  di Jakarta Convention Center, kemarin.

Bupati Irdinansyah menyebutkan capaian indikator ekonomi dan sosial yang dicapai Tanah Datar rata-rata di atas capaian provinsi bahkan ada yang di atas nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Tanah Datar lebih baik dibanding tahun sebelumnya sebesar 5.01% dan tahun 2017 meningkat menjadi 5,12%, lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,07%, PDRB per kapita juga meningkat dan diikuti dengan penurunan angka kemiskinan, angka pengangguran dan indeks gini ratio, serta adanya kenaikan pada Indeks Pembangunan Manusia, Angka Harapan Hidup serta Angka Lama Sekolah,” kata bupati.

Dikatakannya, Pemkab Tanah Datar sangat komit dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia sebagai investasi masa depan.

“Memajukan sektor pendidikan berarti menanam investasi untuk Tanah Datar di masa depan. Diakui Tanah Datar punya Sumber Daya Alam yang terbatas, usia sekolah yang tinggi serta  APBD yang kecil, maka untuk punya daya saing prioritasnya adalah peningkatan kualitas SDM,” jelas bupati.

Menurutnya, salah satu program Gerbang Cerdas salah satu inovasi penting yang dilaksanakan Bupati Irdinansyah Tarmizi bersama Wakil Bupati Zuldafri Darma.

"Dengan dukungan APBD, Baznas, CSR dan Perantau, kita bantu anak-anak Tanah Datar yang berasal dari keluarga tidak mampu bisa melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri, istilahnya tidak ada anak Tanah Datar yang tidak sekolah karena alasan biaya. Sementara untuk pendidikan non formal, kita upayakan pelatihan-pelatihan salah satunya pelatihan tenun di Sentra Tenun di Tigo Jangko, Lintau,” ungkapnya.

Di kesempatan itu juga inovasi Jaksa Masuk Pasar juga disampaikan sebagai bentuk dukungan stakeholder. “Inovasi ini bisa dikatakan sebagai satu-satunya di Indonesia, Jaksa memberi pelayanan hukum gratis dan penyuluhan hukum di pasar, efeknya kepatuhan pembayaran retribusi pedagang meningkat,” ulasnya lagi.

IDF 2019 yang dibuka Wakil Presiden M. Jusuf Kalla didampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia H.E Gary Quinlan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dihadiri menteri kabinet kerja, duta besar, praktisi pembangunan merupakan forum internasional yang diselenggarakan selama dua hari oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas RI bekerjasama dengan Pemerintah Australia menampilkan narasumber yang berkompeten dari dalam dan luar negeri.

Tampil sebagai pembicara utama, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Airlangga Hartato dan Guru Besar Ekonomi Cornell University Prof. Kaushik Basu.

“Keikutsertaan Tanah Datar dalam sesi inspire bisa berbagi pengalaman, merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami yang tidak menyangka bisa dikatakan sebagai kabupaten terbaik di Indonesia sekaligus juga bisa menyerap pengalaman dan praktek cerdas dari daerah-daerah yang berhasil di Indonesia,” ucap Irdinansyah saat diminta tanggapannya tentang IDF 2019 didampingi Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah dan Kabag Humas dan Protokol Yusrizal. (MG)
 
Top