JA.com, Limapuluh Kota (Sumatera Barat).

Bupati Lima Puluh Kota Irfendi Arbi menyerahkan sebanyak 2.600 sertifikat tanah di tiga nagari di Kecamatan Situjuah Limo Nagari (Simona) di pendopo rumah dinas bupati di Labuah Basilang, Senin(9/11).

Penyerahan sertifikat itu dilakukan dalam rangkaian acara memperingati puncak peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional (Hantaru) Tahun 2020 yang dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo, melalui Virtual di Istana Negara  Jakarta. Pada kesempatan itu presiden menyerahkan sebanyak 1 juta sertifikat tanah untuk masyarakat yang tersebar di 31 provinsi dan 201 Kabupaten / Kota. 

Khusus di Kabupaten Lapuluh Kota,  kegiatan PTSL Tahun 2020 tersebut, pihak Kantor Pertanahan Kabupaten setempat melaksanakannya di tiga nagariKecamatan Situjuah Limo Nagari dengan target  Nagari Situjuah Ladang Laweh sebanyak 100 bidang, Situjuah Batua 4500 bidang dan Situjuah Tungka 4500 bidang total jumlah 10.000 bidang.

Sementara target sertifikat Situjuah Ladang Laweh sejumlah 600 sertifikat, Situjuah Batua 1000 sertifikat dan Situjuah Tungka 1000 Sertifikat, total 2600 Sertifikat.

Presiden Joko Widodo mengatakan, pembagian sertifikat tanah gratis dilakukan  melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sejak awal dicanangkan, program di bawah komando Badan Pertanahan Nasional (BPN)  tidak dipungut biaya alias gratis.  Masyarakat bisa mendapatkan sertifikat tanah mereka dengan mengurus sejumlah “Satu juta sertifikat adalah jumlah yang sangat besar mengingat sebelum  program PTSL, setiap tahun sebelum tahun 2017, kita hanya mengeluarkan 500 ribu sertifikat. Kalau kita hitung kalau setiap tahun hanya 500 ribu  untuk seluruh bidang tanah yang belum terdaftar, maka  untuk seluruh sertifikat pada setiap bidang yang dimiliki masyarakat, diperlukan waktu 160 tahun untuk menyelesaikannya,” kata Presiden. 

Presiden mengungkapkan, berdasarkan target yang ditetapkan, pada tahun 2017 telah diterbitkan 5,4 juta sertifikat dari sebelumnya pada 2015 hanya sekitar 500 ribu sertifikat. Pada 2018, diterbitkan 9,3 juta sertifikat dan pada 2019 pemerintah menerbitkan 11,2 juta sertifikat. “Tahun ini, sebenarnya saya beri target 10 juta sertifikat, saya tahu ada pandemi. Saya turunkan 7 juta sertifikat,” katanya.(gun)

 
Top