JA.com, Agam (Sumatera Barat)--Kabupaten Agam merupakan salah satu daerah yang tidak asing bagi pecinta olahraga ekstrem paralayang baik dalam maupun luar negeri. Spot puncak lawang yang berada di Kecamatan Matur menjadi tujuan utama para pilot untuk menyalurkan hobi mereka itu.

Bahkan sekarang daerah dijuluki Agam pesona yang beragam ini kembali menghadirkan spot baru bagi pecinta paralayang yaitu Bukik Bukua. Spot yang terletak di Nagari Tabek Panjang, Kecamatan Baso itu disebut-sebut memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri.

Selasa 16 Juni 2020, komunitas paralayang Agam, Bukittinggi dan Solok melakukan uji terbang di spot yang berada di ketinggian 912 dpl itu.

“Alhamdulillah Agam punya lagi destinasi wisata paralayang tempat yang baru di Nagari Tabek Panjang. Siang kemarin kita uji coba bersama teman-teman dari Agam , Bukittinggi dan Solok,” kata Hendri Masri salah seorang anggota komunitas paralayang Agam, Rabu (17/6).

Menurut Hendri Masri yang akrab disapa uwo ini, Spot Bukik Bukua memiliki keunggulan dan keunikan sendiri karena mempunyai dua arah take Off. Ketika angin barat, terbang pilot ke arah Pasar Baso. Jika angin dari timur terbang pilot ke arah STPDN.

“Lokasi landing di belakang SMA 1 Baso dan take off bisa ke arah timur. Untuk latihan ketepatan mendarat sangat cocok sekali, karna akses jalan yang tidak begitu jauh,” jelas Uwo.

Jika dikelola dengan baik, Uwo yakin Spot Bukik Bukua akan menjadi tujuan pecinta paralayang . “Lebih dari itu, kita berharap akan lahir atlet paralayang di Baso,” sebutnya.

Sebelumnya, Bukik Bukua adalah lokasi yang sering dikunjungi generasi muda untuk hunting foto dan menikmati sunset. * Pandu *
 
Top