JA.com, Solok Selatan (Sumatera Barat)--Untuk lebih membudayakan silek tradisional Minangkabau kepada masyarakat terutama pada anak muda, pemerintah nagari Pasar Muara Labuh bekerja sama dengan Pokdarwis Codangers, adakan Gelanggang Silek Tradisional Minangkabau yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muara Labuh.
Acara tersebut berlangsung 15-19 Desember.

Gelanggang Silek Tradisional Minangkabau itu kali ini mengangkat tema, "Dengan Silek Tradisional kita lahirkan generasi cinta Ilahi santun dan berbudi pekerti serta selalu menjaga hubungan silaturahmi."

Riski Ilahi selaku ketua panitia pelaksana mengatakan, "untuk melestarikan seni budaya silek tradisional merupakan suatu tugas kita bersama untuk itu, mari kita bersama sama menggali dan membangkitkan serta membudayakan bahwa silek tradisional Minangkabau itu dapat membentuk karakter dan jiwa kesatria, bagi generasi kepemimpinan yang akan datang.

Dalam gelanggang silek tradisional Minangkabau tidak menilai menang kalah melainkan mengedepankan nilai seni yang bisa mempesona suatu pertunjukan.

Terlaksananya kegiatan ini berkat kerja sama dengan pemerintah nagari Pasar muara Labuh.

Tambahnya, silek tiang adat di Minangkabau yang dapat membentuk karakter anak nagari yang pada wujudnya akan melahirkan generasi bermartabat tahu dengan adat dan agama, pada akhirnya akan melahirkan  kepemimpinan yang baik di tengah masyarakat." jelasnya.

Dalam sambutan Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, menyampaikan," kami dari pemerintah daerah menyampaikan apresiasi pada perhimpunan silek tradisional atas terlaksananya festival gelanggang silek tradisional Minangkabau dan ucapan terima kasih pada Pemerintah Nagari Pasar Muara Labuh yang telah mendukung  penuh dalam kegiatan ini." katanya.

Muzni juga berharap festival silek tradisional Minangkabau dapat dijadikan sabagai agenda tahunan, pemerintah kabupaten akan tetap memberikan dorongan serta  berusaha memberikan anggaran untuk kedepannya.

Ditempat yang sama wali nagari Pasar Muara Labuh, Rahman, menyampaikan, "Dengan kegiatan Gelanggang Silek tradisional ini kita berharap dapat menjadikan motivasi bagi generasi muda, khususnya anak nagari untuk melestarikan budaya silek tradisional Minangkabau itu sendiri.

Lanjutnya, kita juga berharap  kegiatan ini nantinya dapat dijadikan sebagai penunjang pariwisata di Solok Selatan kedepannya, yang mana Nagari Pasar Muara Labuh merupakan nagari penyangga dengan kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG). " tutupnya. Sudirman.
 
Top