JA.com, Tanah Datar (Sumatra Barat)--Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi menjadi keynote speaker pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bundo Kanduang se Kabupaten Tanah Datar, Hotel Emersia, Batusangkar, kemarin.

"Bundo Kanduang merupakan satu-satunya organisasi kemasyarakatan perempuan untuk hukum adat Minangkabau yang menganut sistem kekerabatan matrilinial sekaligus mitra pemerintah daerah untuk mewujudkan Tanah Datar yang madani, berbudaya dan sejahtera berlandaskan ABS SBK," kata Bupati Irdinansyah.

Dikatakannya, sebagai pengurus Bundo Kanduang tentu mempunyai tugas berat yang telah menantinya, berdasarkan sumpah yang telah diikrarkan, bahwa Bundo Kanduang harus bisa menegakkan adat di dalam kehidupan sehari-hari.

“Bundo Kanduang secara harfiah mempunyai arti Ibu sejati, banyak peran penting yang menjadi tanggung jawab Bundo Kanduang, ia juga sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pelestarian budaya Minangkabau. Melalui acara ini, semoga Bundo Kanduang di Luhak Nan Tuo akan semakin baik dan berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Tanah Datar diwakili Sekretaris Sofia mengatakan, acara diikuti Bundo Kanduang Tanah Datar sebanyak 17 orang, Bundo Kanduang Kecamatan sebanyak 14 orang dan Bundo Kanduang dan Bundo Kanduang nagari sebanyak 75 orang.

“Acara ini bertujuan menambah pemahaman tentang nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau bagi Bundo Kanduang di seluruh Tanah Datar, acara tersebut dimulai dari tanggal 27 s/d 28 November 2019, dalam rangkaian acara, juga diisi dengan diskusi,” kata Sofia.

Difasilitasi Dinas Sosial PPPA Tanah Datar bidang Pengarus Utamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PUG-PP), acara itu menghadirkan Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat Prof. Puti Reno Raudah Thaib, Kepala Baperlitbang Tanah Datar Alfian Jamrah, Dosen IAIN Batusangkar Emrizal Dt. Hyang Basa dan Kepala Dinas Sosial PPPA Tanah Datar Yulhardi sebagai narasumber. (MG)
 
Top