JA.com, Limapuluh Kota (Sumatra Barat)--Untuk terwujudnya produk jurnalistik yang bernilai ketika bertugas wartawan hendaknya profesional serta taat kode etik profesi jurnalistik pers. Agar hal ini tercapai diminta wartawan  memiliki lisensi kompetensi yang memadai melalui uji kompetensi di lembaga terverifikasi secara nasional.  Di sisi lain, derasnya kemajuan teknologi digital, membuat wartawan mesti beradaptasi cepat  mengingat beragamnya media dan pola penyampaian informasi sehingga sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Demikian pokok-pokok pikiran yang disampaikan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Datuk Bandaro Rajo ketika memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Limapuluh Kota-Payakumbuh di Hotel Mangkuto Payakumbuh, Sabtu (3/9/2022).

“Melalui uji kompetensi ini kita harapkan lahir wartawan-wartawan paham tentang standar profesional dan etika ketika bertugas di lapangan,” ujar Safaruddin.

Sementara itu, PLt  Ketua PWI Limapuluh Kota-Payakumbuh Yusrizal UKW Tahun 2022 didukung sepenuhnya oleh Hibah dari APBD Limapuluh Kota Tahun 2022. UKW kali ini diikuti oleh 12 wartawan yang bertugas di Limapuluh Kota-Payakumbuh. Ia berharap UKW akan menambah jumlah wartawan yang memiliki kompetensi melaksanakan tugas jurnalistik.

Tampak mendampingi Bupati Safaruddin di acara ini, Wasekjen PWI Pusat Suprapto Sastro Atmojo, Walikota Payakumbuh diwakili Kepala Bidang IKP Diskominfo Payakumbuh, Perwakilan Forkopimda diantaranya Wakapolres Payakumbuh Kompol Russirwan, Pasi Intel Kodim 0306/50 Kota Letda Jafrimannedi, Kepala Dinas Kominfo Limapuluh Kota Eki H. Purnama dan Ketua Bidang Organisasi PWI Sumbar Eko Yanche Edrie.

Wasekjen PWI Pusat Suprapto dalam sambutannya mengapresiasi Bupati Safaruddin yang telah memfasilitasi pelaksanaan UKW PWI melalui alokasi hibah pada APBD Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota Tahun 2022. Kepedulian Pemkab Limapuluh Kota dinilainya strategis untuk menyediakan sumberdaya pelaku pers yang kredibel dan memiliki kompetensi jurnalistik.

“Kesediaan Limapuluh Kota mendukung UKW patut dihargai, untuk itu kita selalu membuka diri agar pemerintah daerah lainnya, juga mengikuti langkah Limapuluh Kota,” papar Suprapto.

Berbicara tentang UKW Suprapto menjelaskan profesi wartawan adalah mulia jika disandarkan untuk memperjuangkan kepentingan umum. Terlebih kata Suprapto, jika dikaitankan hubungan antara pers dengan pemerintah. Pers juga mesti adil, jika terdapat fenomena baik juga mesti diinformasikan, tetapi jika menemukan kejanggalan yang mengusik kepentingan umum, tambah Suprapto, pers mesti mengingatkan bukan tampil sebagai pengadil.
“Kemampuan menjalankan fungsi pers secara benar mesti dimilki wartawan, inilah yang akan kita hasilkan melalui uji kompetensi wartawan. Kita butuh wartawan yang obyektif, etis dan tidak mengembangkan opini sendiri saat bertugas,” ujar Suprapto. (MG)
 
Top