JA.com, Tanah Datar (Sumatra Barat)--
Pacu Jawi merupakan Alek Anak Nagari Kabupaten Tanah yang dilaksanakan  setiap usai panen padi. Namun saat ini, pacu jawi tidak lagi sekedar tradisi, melainkan telah menjadi tujuan wisatawan baik lokal maupun dari mancanegara.

Alek pacu jawi di Tanah Datar digelar di empat kecamatan yakni kecamatan Pariangan, Rambatan, Lima Kaum dan Sungai Tarab dengan kebersamaan alek anak nagari ini akan sukses. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Richi Aprian pada saat pembukaan Alek Pacu Jawi di Sawah Subarang Jorong Koto Hiliang, Kecamatan Sungai Tarab, Sabtu (07/01/2023) kemarin.

“Pacu jawi adalah event anak Nagari kita dan saat ini sudah mendunia, ini terbukti dengan banyaknya para pencinta fotography dalam dan luar negeri yang datang untuk mengabadikan momen-momen menarik dalam balapan sapi di atas lumpur sawah tersebut, jadi mari kita dukung bersama-sama,” katanya.

Dikatakannya, pacu jawi selain alek anak Nagari juga sebagai ajang silaturahmi, salah satu  bukti dengan banyaknya kehadiran tokoh-tokoh, anggota DPRD Provinsi Sumbar, anggota DPRD Tanah Datar, Camat, Forkopimca, Wali Nagari dan ribuan masyarakat.

Richi Aprian mengucapkan selamat datang kepada wisatawan domestik dan mancanegara melalui biro perjalanan yang telah mengagendakan untuk menyaksikan alek pacu jawi di kabupaten Tanah Datar.

Ketua Porwi Tanah Datar Dt. Indomo didampingi  Ketua Pelaksana Afrizal menyampaikan alek Pacu Jawi di jorong Koto Hiling sudah 8 tahun tidak bisa dilaksanakan karena terkendala air dan akses jalan sedangkan arena ini merupakan arena yang terbaik dan memiliki nilai sejarah karena di tahun 1808 sudah di gelar pacu jawi disini yang diawali jawi Kalupak Balang Puntuang kepunyaan Marpatiah dari Pariangan Padang Panjang dan berkembang ke 3 kecamatan dengan tujuan mengikat tali persatuan.

Sementara itu anggota DPRD Tanah Datar Benny Apero menyampaikan ucapan terima kasih kepada  panitia dan masyarakat yang sudah menyukseskan kegiatan pacu jawi ini. Ia berharap kegiatan ini ke depan akan terus berlanjut sebagai tradisi yang telah turun temurun dari dulunya, untuk akses jalan dan irigasi akan dianggarkan bersama anggota DPRD Propinsi dan Pemkab Tanah Datar. (MG)
 
Top