JA.com, Limapuluh Kota,(Suatera Barat)--Humas selaku pengelola informasi dan komunikasi publik dituntut kreatif dan inovatif. Apalagi kini, informasi begitu cepat menyebar di tengah masyarakat, terlebih melalui media sosial.

Hal itu ditegaskan Bupati Limapuluh Kota di wakili Pj. Sekda H. Taufik Hidayat, SE, MH dalam sambutannya ketika membuka acara Bakohumas di aula Dinas Kesehatan daerah setempat, Senin (6/8/2018).

“Jika tidak kreatif dan inovatti, maka Humas akan ditinggalkan oleh masyarakat. Sebab, masyarakat akan lebih memilih informasi yang berkembang di media sosial atau media digital lainnya yang terkadang tidak jelas sumber dan kebenarannya,” ungkap Taufik.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, ujar Irfendi, maka Humas harus selalu siap saing dan bertranspormasi ke budaya digital.  Humas tidak bisa berpuas diri dengan capaian kinerja saat ini, tetapi harus terus memacu diri untuk meningkatkan kapasitas dan kompentensi seiring dengan tuntutan dan perkembangan zaman.

“Menyikapi kondisi dewasa ini, Humas tentunya harus bisa meningkatkan kompetensinya dan bisa melawan berita bohong (hoax) yang semakin ramai di dunia maya,” ingat Taufik.

Menurut Taufik, Humas memiliki peran yang sangat strategis, terlebih di era keterbukaan informasi dan maraknya media sosial dewasa ini. Agar bisa menjadi pelayanan informasi publik yang baik, aparat Humas mesti tahu, paham dan mengerti dengan paran, fungsi dan tugas pokok.

“Saya berharap, ke depan Humas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota benar-benar cepat tanggap, tepat dalam bertindak, kreatif, inovatif dan taat aturan,” tutur Taufik.

Sementara Kepala Biro Humas Pemprov. Sumbar Jasman dalam paparannya menegaskan, Humas Pemerintah harus bisa mengikuti perkembangan sosial media, termasuk untuk mengakses informasi secara cepat agar bisa mengetahui situasi dan perkembangan informasi di tengah masyarakat.

“Humas harus aktif mengikuti perkembangan informasi pada berbagai media massa termasuk media sosial yang kini semakin gencar dan aktif memberikan berbagai informasi yang tidak benas alias hoax ke tengah masyarakat,” tekan Jasman.

Lebih lanjut dijelaskan, Humas adalah juru bicara kepala daerah. Humas jangan hanya bersifat menunggu berita, sebaliknya harus bisa memproduksi berita. Tak kalah pentingnya, Humas itu tidak bisa lepas dari pers, sebab Humas butuh media dan wartawan.

“Humas jangan hanya menerima dan menggapi berita, tetapi juga harus mampu memproduksi berita. Untuk itu, seorang Humas harus banyak tahu berbagai hal terutama masalah yang paling mengemuka,” papar Jasman sembari menegaskan, Humas harus bisa dikonfirmasi wartawan tentang apa saja setiap saat.

Selain itu, lanjut Jasman, Humas juga harus betul-betul memahami tentang Keterbukaan Informasi Publik yang merupakan salahsatu upaya mencegah penyebaran pemikiran-pemikiran yang tidak benar, sekaligus diharapkan mampu membentuk kepercayaan dan partisipasi masyarakat terhadap pemerintah.

“Dengan keterbukaan informasi tersebut kita berharap adanya upaya mencerdaskan masyarakat, terwujudnya pemerintahan yang terbuka, bersih, dan akuntabel serta lainnya,” ujar Jasman.

Acara Bakohumas itu diikuti anggota Bakohumas dari seluruh OPD di lingkungan pemkab Limapuluh Kota, Forkopimda dan berbagai instansi terkait. (gun)
 
Top