JA.com, Jakarta: Setelah pelaksanaan Konferensi Paris untuk Palestina, pada 15 Januari lalu, Palestina meminta Indonesia untuk terus memberikan dukungan.

Salah satu permintaan Palestina kepada Indonesia adalah mendorong agar negara-negara seperti di Pasifik untuk mendukung mereka. Selama ini, negara seperti Fiji dan Papua Nugini menyuarakan dukung kepada Israel.

"Begini, kita selalu membawakan hal ini (kemerdekaan Palestina) dalam setiap pertmuan bilateral atau kepada negara-negara yang selama ini masih belum mengakui Palestina. Itu saya biasanya menyampaikan bahwa tolong consider (pertimbangkan) untuk segera mengakui Palestina. Tanpa diminta kita lakukan itu," ujar Menlu Retno Marsudi di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

"Untuk yang sudah akui biasanya, misal Swedia, kita dikoferensi (Paris) itu kita galang menjadi kerja sama segitiga. Kalau yang sudah kita ajak untuk kerjama segitiga menbangun atau membantu Palestina," tegas Menlu. 

Sementara untuk yang belum memberikan dukungan, Menlu menyebutkan pemerintah Indonesia akan meminta mereka untuk mendukung Palestina. 

Presiden Palestina secara khusus meminta dukungan dari Indonesia untuk memberikan masukan mengenai mekanisme tindak lanjut dan outcome konkret dari pertemuan Konferensi Paris tersebut. 
Hal itu disampaikan Presiden Palestina Mahmoud Abbas ketika menerima kunjungan Dubes RI untuk Amman, Yordania Kantor Kepresidenan Ramallah, 16 Januari.

Pada pertemuan dengan Dubes Tegus, Presiden Abbas secara khusus Palestina berharap bantuan Indonesia untuk dapat berperan dan mendukung kehadiran Palestina khususnya di negara-negara pasifik. Hal ini sangat penting dan serius bagi Palestina, karena di forum internasional negara-negara di Kepulauan Pasifik seperti Papua New Gunea, Nauru, Micronesia, Vanuatu, dan Fiji selalu mendukung posisi Israel. 

 
Top