JA.com, Payakumbuh, (Sumatera Barat) - Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Harapan melaksanakan cocok tanam bersama dengan memanfaatkan lahan kosong di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, Kamis (08/07).

Wawako Erwin Yunaz mengatakan pemanfaatan pekarangan yang dilakukan oleh KWT Tunas Harapan tentu saja dapat menopang konsumsi keluarga masing-masing yang dapat memenuhi gizi keluarga, bahkan bisa dijual yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

“Mari kita dukung ibu-ibu ini dan seluruh masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan masing-masing, karena daerah kita sangat cocok untuk budidaya pertanian,” kata Wawako Erwin Yunaz kepada media.

Lebih lanjut Wawako menjelaskan tujuan pemanfaatan lahan tidur ini adalah untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan rumah tangga sehingga sehat, aktif, dan produktif, apalagi disaat pandemi Covid-19 ini.

“Seperti kita ketahui, disaat pandemi Covid-19 ini dimana semua kegiatan dibatasi, kita harus mampu melihat peluang. Jangan sampai ekonomi keluarga ikut-ikutan dibatasi," jelasnya.

"Makanya seperti ibu-ibu KWT ini, mengambil langkah positif dengan memanfaatkan lahan yang menganggur dan terus ditanami. Selain itu kita juga bisa melakukan family farming dengan memanfaatkan lahan pekarangan. Intinya, manfaatkan semua yang bisa dimanfaatkan,” tukuknya.

Sementara itu Ilham Masni yang merupakan penyuluh BPP Kecamatan Payakumbuh Selatan mengatakan, anggota KWT Tunas Harapan ini berinisiatif memaksimalkan lahan pekarangan yang ada untuk melakukan budidaya tanaman hortikultura dan tanaman obat.

Dalam pola budidayanya KWT yang berdiri sejak 2008 dan beranggotakan sebanyak 28 orang tersebut mengacu pada budidaya ramah lingkungan dengan pemanfaatan aneka bahan alami mulai dari persemaian hingga proses pemeliharaan. 

Saat ini, aneka sayuran seperti bayam, kangkung, seledri, selada keriting, bawang daun, pakcoy, dan lobak yang secara kontinue dibudidayakan dengan memanfaatkan lahan demplot dan lahan pekarangan para anggota KWT.

"Sebelumnya KWT juga telah melakukan panen jahe dan hasil penjualannya kita masukkan kedalam kas, dan anggota kelompok yang ingin memanfaatkan kas juga bisa untuk pengembangan pemanfaatan lahan agar pendapatan keluarga anggota meningkat," ucapnya.

Sebagai penyuluh Ilham mengatakan telah melakukan pendampingan rutin ke KWT di Payakumbuh Selatan dan melakukan sharing teknologi terbaru tentang pertanian yang dapat diterapkan dan mencoba memberikan solusi atas permasalahan yang ada.

"Selain itu kami juga membagikan bibit sayuran secara gratis, dengan harapan selama pandemi Covid-19 ini setiap anggota KWT mampu meningkatkan ekonomi keluarganya,” pungkasnya. 



* Farhan *

 
Top