JA.com, (Solsel) --Presiden direktur PT. Supreme Energy Supramu Santosa mengatakan, pengembangan proyek PLTP Muara Laboh merupakan hasil dan bukti upaya panjang dan terus-menerus serta komitmen yang kuat dari Supreme Energy dalam pengembangan energi panasbumi di Indonesia.

"Ini juga merupakan bagian penting dari rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan peranan energi baru terbarukan dalam bauran energi guna mewujudkan ketahanan energi yang berkelanjutan dalam jangka panjang,"paparnya kemaren di Hotel Royal denai bukittingi,Selasa,(4/4).

Menurut Supramu, proyek PLTP Muara Laboh tepatnya di Kecamatan Pauh Duo tersebut, keberadaannya secara tidak langsung akan membantu membuka wilayah Solok Selatan, Propinsi Sumatera Barat yang masih agak terpencil, dan menyediakan kesempatan kerja kepada sekitar 1.200 orang serta menyediakan kesempatan berusaha kepada para pengusaha lokal selama 30 bulan masa konstruksi.

"Listrik bebas emisi CO2 yang dihasilkan oleh pembangkit listrik itu akan mampu menyediakan listrik untuk sekitar 80 ribu rumah tangga dengan asumsi listrik yang terpasang 1000 W masing-masingnya," jelasnya.

Di lokasi lain lanjut Supramu, Supreme Energy juga sedang menyiapkan pengembangan 86 MW sumber panasbumi di WKP Rantau Dedap yang dikelola oleh anak usaha Supreme Energy, PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD), Sumatera Selatan, setelah menyelesaikan pemboran enam sumur eksplorasi tahun 2016 lalu. Lalu, Melalui PT. Supreme Energy Rajabasa (SERB), Supreme Energy juga tengah menyiapkan program eksplorasi untuk WKP Gunung Rajabasa di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

"Namun, menyinggung dukungan dari pemerintah termasuk masyarakatnya, Provinsi dan Pemda Kabupaten/Kota di Sumbar inilah yang terbaik dan mendukung keberadaan kami di sini," akunya.

Sementara, Bupati Solsel Muzni Zakaria melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yul Amri mengaku Pemkab Solsel akan selalu mendukung setiap kegiatan yang dilakukan Pt Supreme Energy Muara Laboh dalam mengeksplorasi dan mengolah energi panas bumi yang ada di Solok Selatan.

"Harapan kita, perusahaan selalu mempertahankan hubungan baik dengan masyarakat sekitar, menjaga kearifan lokal, serta memberi peluang kerja bagi masyarakat sekitar perusahaan dan masyarakat Solsel pada umumnya," sebutnya.

Jika dikaji sebelumnya, sambung Yul Amri, perkembangan beberapa usaha dan investasi skala besar pada sektor pertambangan, perkebunan dan kehutanan di Solsel belum begitu banyak memberikan dampak kesejahteraan masyarakat.

"Belum lagi kontribusinya terhadap Pemda berupa PAD. Namun, artinya kita bukan alergi dengan investasi besar di Solsel. Karena, tanpa investasi tentu ekonomi daerah kita susah tumbuh dan berkembang," tukasnya.(Map)
 
Top