JA.com, Agam (Sumatera Barat)--Mimpi masyarakat Nagari Koto Tuo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam memiliki kantor wali nagari akhirnya terwujud. Kantor wali nagari yang dimimpikan masyarakat sejak lama sekarang telah berdiri megah. Bahkan ini menjadi peristiwa bersejarah di Koto Tuo, yang selama ini belum ada memiliki kantor wali nagari secara defenitif.

Sakali marangkuah dayuang, duo tigo pulau talampaui. Selain kantor wali nagari, masyarakat Koto Tuo juga memiliki Pondok Tahfiz Al-Qur’an di Masjid Al-Mubarak sebagai sarana untuk mendidik generasi yang Qur’ani dan berakhlakul karimah.

Kedua bangunan kebanggaan masyarakat Nagari Koto Tuo ini diresmikan langsung oleh Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri, di halaman Masjid Al-Mubarak, Sabtu (11/1). Turut disaksikan tokoh masyarakat, anggota legislatif dan lainnya.

Wali Nagari Koto Tuo, Effendi Dt Pangeran mengaku bangga bahwa Koto Tuo yang selama ini hanya memanfaatkan bangunan balai adat sebagai sarana dalam melayani masyarakat, tapi sekarang sudah memiliki kantor sendiri.

“Tentu pembangunan gedung disupport dengan anggaran cukup besar dan didukung oleh masyarakat. Sehingga bangunan ini dapat berdiri dengan megah,” ujarnya.

“Kantor wali nagari kita bangun melalui dana desa sebesar Rp600 juta, yang pembangunannya dilakukan dua tahap berawal 2018 sampai 2019. Sedangkan pondok tahfiz melalui swadaya masyarakat baik di ranah maupun rantau sebesar Rp450 juta, sepaket dengan tempat berwuduk masjid,” jelasnya.

Sebelumnya anak-anak di Koto Tuo belajar tahfiz di Masjid Al-Mubarak, tapi belum maksimal. Sekarang mereka telah bisa memanfaatkan gedung baru tanpa dipungut biaya, dengan jumlah santri 150 orang.

Ia berharap, dengan diresmikannya kantor wali nagari, pelayanan dan pembangunan di Koto Tuo menjadi meningkat. Begitu juga dengan kehadiran pondok tahfiz, diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani di nagari tersebut.

Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri saat meresmikan kedua gedung ini mengapresiasi masyarakat Koto Tuo telah memiliki dua bangunan, yang akan menjadi simbol dan kebanggaan di nagari tersebut.

“Selain kantor wali nagari, juga miliki pondok tahfizh. Jarang ditemui masjid yang megah memiliki pondok tahfiz sebagus ini,” sebutnya.

Di samping menjadi kebanggaan, Indra Catri mengharapkan keberadaan bangunan ini tidak membuat malu. Untuk itu, ia meminta masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dan cari guru mengaji yang “santiang” dalam mengajar anak.

Namun bupati dua periode ini menekankan, dalam mengajar anak mengaji jangan minta bantu kepada pemerintah untuk membayar gaji guru mengaji, karena ini tanggungjawab orang tua.

Namun Bupati Agam ini mengapresiasi masyarakat Koto Tuo, karena anak belajar di Pondok TahfizAl-Qur’an Al-Mubarak gratis atau tidak dipungut biaya.

Indra Catri mengharapkan, dengan keberadaan kedua bangunan ini pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat. Begitu juga dengan pondok tahfiz, semoga satu dua tahun dioperasikan bisa memberikan hasil yang membanggakan.

* Pandu *
 
Top